Contoh Naskah Pidato (Lomba Pidato Tingkat Guru RA/TK se Kabupaten Madiun)

Suatu hari guru RA al Hidayah sekaligus Kepala Sekolah bu Istiqomah mendapat giliran maju, dalam rangka lomba pidato tingkat Kabupaten. sungguh sebuah pengalaman yang sangat hebat. dengan semangat dan retorika dakwah dalam pidato. ternyata dapat membuat dewan juri terperanga????

Dan pada akhirnya, dapat meraih juara 1 pidato tingkat kabupaten untuk kategori guru RA/TK. Dibawah ini adalah cuplikan pidato yang dibacakan oleh bu Istiqomah. seorang guru yang luar biasa hebatnya.

============================

============================

 

PIDATO


Assalamu’alaikum wr wb.

Muqodimmah…..

Bapak Ibu yang saya hormati, anak merupakan amanah yang dititpkan Alloh swt pada kita. Jika amanah itu bisa kita jaga dan kita pelihara dengan baik, maka Alloh  akan memberikan lebih kenikmatan pada kita. Namun… jika diberi amanah saja kita ceroboh dan tidak bisa menjaganya? Maka Alloh akan mencabut amanah itu dan memberikan bencana-Nya, naudzubillah min dzalik.

Alloh swt berfirman dalam kitab-Nya

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Al-Furqan: 74)

Bapak Ibu yang berbahagia…

Di jaman sekarang ini, banyak hal yang kita temui di lingkungan sekitar, dan  menjadikan hati kita miris. Mulai dari kejadian kekerasan, pornografi dan kejatuhan akhlaq dan lain sebagaimnya.

Pak… Bu… anda sadar tidak?? Sebenarnya… setiap hari… kita di cekoki oleh namanya informasi dan hal-hal yang jelek. Tidak hanya kita, anak-anak yang seharusnya belajar nilai ke-agamanan dan sosial pun juga ikutan di cekoki. Sebuah kotak ajaib bernama Televisi pak… bu…

Itu salah satu factor yang mendorong penyimpangan tingkah laku anak. Televisi menyuguhkan kekerasan, pornografi dan penyimpangan aqidah dengan adanya tayangan klenik dan hantu.

Bapak Ibu yang saya hormati… apa anda rela bu? Jika anak anda mulai membentak anda?? Apa anda rela Pak? Jika anak anda mulai berani berkata kotor pada anda? Tentu saja tidak jawabnya.

Bapak.. Ibu… anak itu ibaratnya kertas putih… bersih… tergantung lingkungan, guru, orang tua yang memberikan warna padanya.

Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi (HR. Bukhari)

Para ilmuani mengatakan bahwa anak itu adalah seorang peniru ulung, dia itu bisa menirukan apa saja yang dilihatnya. Dari televisi, dari teman bermain, dari sekolahan dan juga…. dari tingkah laku kita sebagai orang tuanya.

Nah… oleh karena itu, apa yang kita lakukan, kita katakan, tindakan kita, maka itu akan terekam dan ditiru oleh mereka pak… bu…

Jika yang kita katakana, ucapkan, tindakan kita itu baik… maka… anak akan meniru persis seperti kita kerjakan.

Bapak Ibu yang berbahagia.

Sebuah berita surat kabar akhir-akhir ini menyebutkan adanya public figure, artis yang kedapatan membuat video porno. Dan celakanya video itu beredar luas dikalangan masyarakat, baik tua, dewasa, muda dan anak-anak sekalipun yang belum faham.

Miris hati saya bu…. Kekawatiran saya dan anda semua sangat wajar, jika tiba-tiba anak yang menonton itu menirukan tokoh idola mereka. lah nak ciloko to??? Apalagi yang punya anak perempuan… wah pastinya mumet bu… mungkin mixagrib sak bungkus iso di ombe kabeh.

Bapak Ibu yang berbahagia..

Dari situ maka kita akan bisa faham, kenapa kita perlu membatasi dan mengkontrol tingkah laku anak kita dalam memanfaatkan tehnologi. Jangan sampai ada kejadian, kita seakan membiarkan dan tidak peduli dengan semua itu. Hal yang ada di sekitar kita itu nyata bu… adanya pornografi dan kekerasan bisa mempengaruhi anak bertindak diluar kebiasaan normalnya.

Nah.. hendaknya kita bisa lebih tegas dalam menegur dan mengontrol jam tontonan TV anak. Tegas dalam membagi waktu pada mereka, dan dampingin mereka dalam setiap tontonan.

Bagi Bapak dan Ibu yang mempunyai anak remaja, anak anda sudah akrab dengan alat komunikasi bernama Handpone. Nah… jika keadaan sudah demikian, Bapak ibu harus lebih aktif, melihat dan mengecek apa saja yang dilakukaan anak anda. Jika mereka marah?? Tidak mau?? Jelaskan pada mereka, bahwa ini adalah tugas anda sebagai orang tua. Tegus mereka jika mereka melakukan hal negative, bahkan… beri hukuman yang mendidik itu diperbolehkan dalam agama.

Anak adalah permata hati kita pak… sudah barang tentu kita menyayangi mereka. Akan tetapi ada banyak orang tua yang tidak cerdas dalam mengungkapkan rasa sayangnya pada anak. Mereka menganggap sayang itu dengan memanjakan secara berlebihan, membiarkan kesalahan anak dan tidak pernah memarahi anak jika anak bertindak jelek.

Semua itu bisa menjadikan perkembangan jiwa anak terganggu. Anak akan menjadi seorang raja kecil yang suka menang sendiri dan sering meremehkan orang lain.

Maka dari itu Bapak… Ibu…, mari kita jaga anak ini dengan sebaik-baiknya. Seperti dalam Firman Alloh swt:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At-Tahrim: 6)

Bapak Ibu…

Itulah sebabnya, kita harus benar-benar menjaga amanah Alloh  swt ini, dengan begitu maka hati tenang… pikiran tenang…

Usia kita tidak mud alagi, mulai tua dan keriput, dahi berkerut, gigi pada cabut, dan ketika jalan kaki senut-senut…

Maka pak… apa yang paling membahagiakan kita?

Ya.. Anak anda berbakti pad aanda. Anak anda merawat anda, dan memberikan perhatian pada anda.

Ibu… ketika ajal kita mulai menjemput, ketika malaikat maut mulai membuat kita takut, ketika dunia seisinya tidak lagi berharga untuk kita… apa yang anda inginkan ibu…??

Yang kita harapkan adalah… anak menuntun kita dan mengucap asma Alloh saat nazak menjemput.

Bapak… Ibu… saat kita dialam kubur, maka apa yang ibu dna bapak harapkan? Apakah mobil yang bagus? Rumah yang mewah? Tidak…

Sama sekali tidak, dunia seisinya tidak berarti bu…

Bapak dan ibu hanya mengharapkan satu saja, yaitu do’a dari anak Bapak dan Ibu. Do’a yang akan meringankan dosa dan membebaskan dari segala azhab kubur, itulah do’a anak yang sholeh pak… bu…. Dan Surga yang kita nantikan. Amin ya Robbal ‘alamin…

Bapak ibu yang berbahagia. Semoga apa yang telah kita lakukan selama ini pada anak kita, tidak menjadikan bumerang bagi kita. Anak adalah amanah yang harus dijaga dan dipelihara dari api neraka, kelak, kita yang akan merasakan berkah usaha kita. Semoga Alloh senantiasa memberikan hidayah-Nya pada kita dan menjadikan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholeha, amin…. Ya Robbal’alamin.

Akhirul kalam, nashruminalloh wal watun qorib…

Wassalamu’alaikum wr wb.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s